Latest Post

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Gunawan Dwi Cahyo Absen Lawan Persepar

Written By Unknown on Rabu, 05 Juni 2013 | 14.16


Bek Per­sijap Jepara Gunawan Dwi Cahyo dipastikan ab­sen saat menjamu Persepar Palangkaraya dalam kompetisi Indonesia Premier Lea­gue (IPL) di Gelora Bumi Kartini, Kamis (6/6) besok. Bek timnas di Piala AFF 2010 itu terkena akumulasi kartu kuning saat tampil melawan Persibo Bojonegoro, Minggu (2/6) malam lalu.

Pelatih Persijap Raja Isa me­ngatakan, tanpa Gunawan, timnya masih memiliki pemain seperti Fauzan Jamal. ”Saya sedang persiapkan pemain di posisi Guna­wan. Tetapi, keputusannya sehari sebelum pertandingan. Persepar bagus di sayap, jadi harus diantisipasi,” kata Raja Isa.

Gunawan tampil efektif saat melawan Persibo. Ia mampu me­redam kecepatan penyerang sayap Zulvin Zamrun. Beberapa kali umpan lambung untuk Zamrun selalu dia potong. Keunggulannya dalam membaca bola-bola atas itu memberi jaminan pada sisi kiri pertahanan timnya. Namun, lantaran melanggar keras Zamrun lima menit sebelum pertandingan, dia pun diganjar kartu kuning oleh wasit. Karena itu ia harus absen di pertandingan melawan Persepar.


Tak Membebani


Raja Isa menyatakan, absennya Gunawan tak terlalu membebaninya. Karena, Ahmad Mahrus Bahtiar sudah bisa tampil lagi di lini belakang setelah absen karena akumulasi kartu. Ia kini fokus pada lini depan agar kembali efektif seperti saat melawan Persibo.

Raja Isa kembali akan mengandalkan Agung Supriyanto sebagai penggempur. Agung yang juga anggota Tentara Nasional Indo­nesia (TNI) itu kini mencetak gol terbanyak di timnya dengan lima gol. Dua gol di antaranya dilesakkan ke gawang Persibo.

Selain Agung, stok striker yang dimiliki adalah Noorhadi dan Dicky Firasat. Dua pemain ini di­simpan tenaganya saat melawan Persibo karena Raja Isa menurunkan duet Agung-Gipsi sebelum akhirnya Gipsi digantikan Victor Ortega.

General Manager Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan, partai melawan Persepar adalah rangkaian laga yang harus dimenangi timnya jika ingin memburu papan atas. ”Pada Juni ini kami punya empat laga kandang. Satu laga sudah kami menangi (lawan Persibo), dan kini kami harus bisa melakukannya melawan Persepar. Tim memiliki motivasi tinggi, dan harus tetap waspada. Persepar tim bagus, jadi kami tak boleh meremehkan,” tegasnya.

Sumber : Persijap

Persijap Pertahankan Tren Positif


Laskar Kalinyamat memiliki tren positif setelah ditangi oleh pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Semenjak debutnya pada awal April lalu, menggantikan Riono Asnan, Raja Isa sudah membukukan dua kemenangan dari tiga pertantandingan yang dijalani.

Teranyar, Raja Isa membawa Persijap memenangi pertandingan kontra Persibo Bojonegoro, Minggu (2/6) dengan skor telak 4-0. Tren positif yang saat ini menaungi Persijap tentu sangat diharapkan seluruh pendukung dan warga Jepara, berlanjut pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Raja Isa merasa yakin, tren positif yang saat ini dimiliki Persijap bakal mampu dipertahankan sampai akhir kompetisi. Keyakinan itu didasarkan pada kondisi tim yang saat ini menunjukan progres yang baik.

Pemain-pemain muda seperti Agung Supriyanto, Bukhori dan Gipsi terus menunjukan performa terbaiknya. Bahkan Agung yang saat ini juga dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia terus menunjukan ketajamannya sebagai ujung tombak. ''Para pemain menunjukkan progres peningkatan yang baik, pemain semakin matang dan mapan ketika bertanding,” ujar Raja Isa.

Dia pun merasa yakin tren positif, juga akan kembali menaungi Persijap saat menjamu Persepar Palangkaraya, Kamis (6/6) mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini. Menjamu Persepar, Persijap yakin mampu mengulang sukses seperti ketika membekuk Persibo Bojonegoro. Pasalnya pelatih Raja Isa mengaku sudah mengantongi kekuatan Persepar.

"Kita terus melakukan evaluasi jelang laga melawan Persepar. Dan dengan kondisi tim yang saat ini semakin solid kami yakin mampu mempersembahkan kemanangan kepada para pendukung,” katanya.

Meski sudah mengantongi kekuatan Persepar, Raja Isa selalu mengingatkan kepada Evaldo dkk untuk tidak pernah menganggap remeh setiap lawan. General Manajer Persijap Muhammad Bassalamah mengingatkan, para pemainnya untuk tidak cepat puas. Hasil kemenangan yang diraih dari Persibo, bukanlah akhir kompetisi karena kompetisi masih panjang.

”Kompetisi masih panjang dan pastinya akan semakin sulit kita hadapi. Karena itu, seluruh pemain harus tetap optimistis, dan selalu fokus pada setiap pertandingan,''ujarnya.

Dia mengaku, Persijap memiliki target lolos Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sehingga kondisi tim Persijap yang saat ini terus menunjukkan performa terbaik, diharapkan dapat terus dipertahankan.

''Saya bersyukur dengan kondisi finansial Persijap yang saat ini kurang baik, pemain-pemain masih mampu bermain dengan baik. Oleh sebab itu saya berharap, hal ini terus dijaga sampai kita benar-benar lolos ISL musim depan,” tandasnya.

Sumber : Persijap

Persijap Waspadai Pemain Baru Persibo

Written By Unknown on Jumat, 31 Mei 2013 | 19.47


Persijap bakal menjamu Persibo Bojonegoro dalam lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) pada akhir pekan ini.

Untuk mengetahui performa lawan, pelatih Raja Isa pun menyempatkan diri mengintip kekuatan Persibo kala menjamu Persepar Palangkaraya di Bojonegoro beberapa waktu lalu. Kebetulan, Persepar juga akan dihadapi Laskar Kalinyamat pada bulan depan.

Dalam laga yang berakhir tanpa gol itu, Persibo belum menurunkan pemain asing barunya, Abel Cello. Hal itulah yang diwaspadai Raja Isa. Mengingat, pemain asal Liberia itu diprediksi bakal dimainkan saat lawan Persijap.
”Saat melawan Persepar, pemain Persibo Abel Chello tak turun karena masih di Jakarta. Saya menerka Persibo bakal membawa pemain baru saat menghadapi Persijap,” kata pelatih asal Malaysia itu, kemarin.

Diwaspadai

Selain itu, ada sejumlah pemain yang benar-benar diwaspadai. Mereka adalah Zulham yang cepat dalam menyerang bersama Anggar di tengah. Pemain asal Papua Victor Otto yang baru didaftarkan juga akan menjadi salah satu pemain kunci Persibo.

”Victor adalah pengoper dua striker yang mereka punya, yaitu Wahyu Teguh dan Indra Setiawan,” katanya.
Panggah, pemain yang dua musim lalu memperkuat Persijap dan menjadi kapten Persibo saat melawan Persepar, tak lepas dari pengamatan Raja Isa. ”Panggah adalah motivator rekan-rekannya. Kami harus bersiap menghadapi skema 4-1-3-2 yang mereka terapkan. Mungkin bisa berubah saat di Jepara nanti,” lanjut Raja Isa.

Sumber : Persijap

Persijap Butuh Uluran Tangan Pemkab Jepara

Written By Unknown on Selasa, 28 Mei 2013 | 19.57

 

Tim Persijap Jepara membutuhkan uluran tangan Pemkab baik secara langsung maupun tidak langsung agar bisa tetap eksis di kompetisi saat ini dan musim-mudim berikutnya, serta tetap ada di Gelora Bumi Kartini. Manajemen klub saat ini merasa sendirian dalam mengurus Tim Laskar kalinyamat yang biayanya tidak sedikit.

Hal itu dikemukakan General Manager Persijap Mohammad Said Basalamah, Senin (27/5). Pria yang juga Chief Executif Officer PT Jepara Raya Multitama (JRM) menyatakan, di beberapa daerah, meski klub berstatus profesional, upaya-upaya pemerintah daerah dalam membuka jalan untuk meringankan klub sangat penting.

"Kami sudah mendekati semua elemen di Jepara. Dari Pemkab, Bank Jateng, PLTU Tanjung Jati B. Semoga bisa membantu, walau pun sampai kini belum ada kejelasan," kata Mohammad.

Ia merasa sendirian dan daya dukung sangat kecil karena urusan-urusan yang mestinya bisa dibantu, tetapi tidak bisa. Dia mencotnohkan Persijap dikenakan pajak Rp 8 juta tiap satu pertandingan oleh Pemkab. Pihaknya sudah mengajukan upaya pembebasan, tetapi hanya diberi keringanan 50 persen. "Memang ini mendasarkan pada peraturan daerah, tetapi ini Persijap Jepara, bukan Persijap Semarang," ujarnya.

Baru-baru ini air jaringan Perusahaan Air Minum daerah (PDAM) yang mengalir ke mess pemain dan pelatih disegel. Padahal urusan utangnya bukan pada manajemen sekarang, tetapi manajemen terdahulu. "Bagaimana kami mau bayar, wong ini urusannya di manajemen musim sebelumnya," lanjutnya.

Perusahaan besar seperti PLTU yang ditopang BUMN juga belum merespons. Kontraktor utama di proyek tersebut juga belum memberikan harapan setelah Persijap datang dan meminta bantuan. Dia memabndingkan Semen Bosowa yang 50 persen sahamnya dari BUMN bersedia mensponsori PSM Makassar.

Semen Indonesia juga membantu Semen Padang Rp 22 miliar. Tak hanya daya dukung swasta, Pemkab yang dinanti juga belum banyak merespons, kecuali pembelian tiket terusan untuk pegawai negeri sipil eselon 1-4, sedangkan DPRD menolak ajakan kerja sama mebeli tiket terusan itu.

"Kami yang di manajemen Persijap akan terus berusaha agar Persijap tetap di Jepara dan bisa eksis di kompetisi. Tapi kalau dukungan di Jepara sendiri lemah, maka berat," kata Mohammad.